Hudaini hasbi mengucapkan : "Selamat Datang" !


website perkuliahan Hudaini Hasbi yang menyajikan materi kuliah online untuk para mahasiswa Faperta UMJ,mudah-mudahan bisa membantu kurang bahan literatur yang ada dan bermanfaat bagi semua.

Wawlaahualam bissawab..!

Sabtu, 23 April 2011

Pengelolaan dan Manajemen Sumber Daya Alam

Dosen : Ir. Hudaini Hasbi,MSc.Agr

Pengelolaan Sumber Daya Alam mengacu pada pengelolaan sumber daya alam seperti tanah, air, tanah, tunbuhan dan hewan , dengan fokus khusus pada bagaimana manajemen mempengaruhi kualitas hidup baik untuk generasi sekarang dan masa depan. Pengelolaan sumber daya alam adalah sebangun dengan konsep pembangunan berkelanjutan , suatu prinsip ilmiah yang membentuk dasar untuk berkelanjutan pengelolaan lahan global dan tata lingkungan untuk melestarikan dan melestarikan sumber daya alam.
Pengelolaan sumber daya alam secara khusus berfokus pada pemahaman ilmiah dan teknis sumber daya dan ekologi dan pendukung daya hidup sumber daya itu. Istilah manajemen lingkungan juga mirip dengan pengelolaan sumber daya alam.
Suatu proses pengelolaan sumber daya alam secara sistematis, yang mencakup berbagai aspek penggunaan sumber daya alam (ekonomi biofisik, sosio-politik, dan) memenuhi tujuan produksi produsen dan pengguna langsung lainnya (misalnya, keamanan pangan, profitabilitas, keengganan risiko) sebagai juga tujuan dari masyarakat yang lebih luas (misalnya, pengentasan kemiskinan, kesejahteraan generasi mendatang, pelestarian lingkungan). Hal ini berfokus pada keberlanjutan dan pada saat yang sama ia mencoba untuk menggabungkan semua stake holder mungkin dari tingkat perencanaan itu sendiri, mengurangi kemungkinan konflik di masa depan.
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.
Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian-bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harusdilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
  1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
  2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
  3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
  4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.
Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
  1. pertambahan penduduk yang cepat
  2. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi.
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
  1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
  2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
  3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
  4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
  5. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
  6. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
  7. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
  8. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.
Tiga Asumsi utama dalam sumber daya alam berbasis manajemen masyarakat adalah bahwa; penduduk setempat lebih baik ditempatkan untuk melestarikan sumber daya alam, orang akan menghemat sumber daya hanya jika keuntungan melebihi biaya konservasi dan orang akan menghemat sumber daya yang terkait langsung dengan kualitas hidup mereka. Ketika orang lokal kualitas hidup ditingkatkan, upaya dan komitmen untuk menjamin masa depan kesejahteraan sumber daya juga ditingkatkan. Namun tantangan utama adalah memiliki lebih keterbatasan melakukan dengan intervensi teknis daripada dengan mengelola hubungan antara orang-orang.

Pesan yang disampaikan oleh pengalaman kasus sederhana: cara yang paling efektif untuk memperkenalkan manajemen sumber daya alam adalah untuk melibatkan pengguna sumber daya dan pemangku kepentingan lokal lainnya dalam berbagi belajar dan inovasi, yang memperkuat mata pencaharian mereka. Pengetahuan lokal, pengalaman, dan tradisi manajemen sumber daya alam merupakan aset berharga bila dimanfaatkan untuk penelitian dan tindakan. Memahami dan menggambar atas aktiva tersebut mengarah ke inovasi manajemen sumber daya alam lebih berhasil daripada ketika pengguna lokal diperlakukan sebagai pengamat uninformed untuk diserahkan solusi teknis oleh “ahli” dan dikemas skema pengaturan oleh pemerintah. Proses penelitian tindakan partisipatif dapat menjadi alat yang ampuh untuk inovasi manajemen bersama.

 Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Payung Kesejahteraan

Dosen : Ir. Hudaini Hasbi,MSc.Agr

Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat kaya akan keragaman baik jenis maupun manfaatnya berupa hasil bumi, hasil laut, hasil tambang dan lain sebagainya. Sayangnya kekayaan ini belum dapat dikelola secara maksimal sehingga cita-cita menuju masyarakat yang adil dan makmur masih belum terwujud.
Pengelolaan sumberdaya alam cenderung dilakukan secara over eksploitatif dimana hasil alam dikeruk sebesar-besarnya tanpa memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian alam itu sendiri. Akibatnya selain lingkungan menjadi rusak, timbulah permasalahan-permasalahan sosial seperti kemiskinan, kecemburuan sosial, hilangnya mata pencaharian.
Model-model pengelolaan sumberdaya alam saat ini adalah dengan membuka peluang investasi sebesar-besarnya melalui investor baik investor dalam negeri maupun investor luar negeri dengan tanpa memberikan peluang kepada masyarakat setempat untuk mengelola kekayaan alamnya. Pada kenyataannya, masyarakat hanya diberikan ruang yang sangat terbatas dalam mengelola sumberdaya alam di tempat mereka tinggal. Itupun tak lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja perusahaan yang berinvestasi.
Pengelolaan sumberdaya alam seharusnya melalui pendekatan manajemen sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama dalam mengelola sumberdaya alam melalui pengembangan industri perdagangan berbasis sumberdaya alam, penguatan komunitas serta kemitraan bisnis yang saling menguntungka, dengan mempertimbangkan upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penghapusan kemiskinan, dan pendemokratisasian pengelolaan sumber daya alam dan harus diselenggarakan secara terpadu dan profesional.
Percepatan pembangunan ekonomi yang sehat di seluruh nusantara harus dilakukan melalui paradigma baru yaitu menempatkan komunitas sebagai pelaku utama dalam mengelola hasil kekayaan alam guna meningkatkan dan memperkuat kegiatan-kegiatan ekonomi. Sumber daya alam adalah termasuk dalam kategori komoditas yang bersifat inelastis, maka konsekuensinya adalah: jika komoditas ini mengalami kenaikan harga, maka pendapatan total (total revenue) yang akan didapatkan oleh para penjual komoditas ini (produsen) akan semakin tinggi. Oleh karena itu, semakin tinggi harga komoditas ini, maka akan semakin besar pendapatan total yang akan diperoleh para penjualnya. Naik turunnya harga dari komoditas SDA ini akan berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap naik turunnya biaya produksi. Selanjutnya, naik turunnya biaya produksi ini tentu juga akan berpengaruh langsung terhadap naik turunnya produksi nasional secara agregat. Apabila harga komoditas SDA mengalami kenaikan, maka secara ekonomi makro akan mengakibatkan terjadinya inflasi, yaitu harga-harga secara umum mengalami kenaikan, sekaligus di sisi lain akan meyebabkan pendapatan rakyat di negeri itu mengalami penurunan, alias rakyat akan menjadi semakin miskin.
Mengingat posisi strategis dari sumber daya alam bagi keberlangsungan ekonomi umat manusia secara keseluruhan, maka pembahasan seharusnya lebih difokuskan kepada persoalan yang paling fundamental, yaitu menyangkut keberadaan dari sumber daya alam itu sendiri.
Rantai antara sumber daya alam (SDA), sebagai suatu kondisi yang diberikan (dianugerahkan), sumber daya infrastruktur (SDI) daerah, sebagai payung dan wadah yang secara formal akan mengelola SDA tersebut, serta –yang terpenting- sumber daya manusia (SDM), sebagai faktor utama berhasilnya pelaksanaan pengelolaan SDA dan SDI, adalah sesuatu yang harus ada dan merupakan syarat bagi berhasilnya program pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada suatu masanya, SDA akan semakin habis atau menipis jumlah cadangannya, sementara –tergantung dari keberhasilan program pengelolaan- SDI daerah baik dan buruknya akan sangat bergantung dari SDM sebagai faktor kunci dan subyek dalam rantai pengelolaan ini. Keberlangsungan hubungan SDA-SDI-SDM yang berkelanjutan akan sulit terwujud jika tidak ada komitmen yang tulus dari semua pihak yang berperan dalam aktifitas pengelolaan SDA dalam pengembangan, pemberdayaan dan pemanfaatan SDM daerah.
Persoalan yang paling krusial menyangkut permasalahan sumber daya alam di negeri Indonesia ini sesungguhnya bukan terletak pada masalah langka atau tidaknya sumber daya ini, bukan juga pada masalah mahal atau tidaknya harga sumber daya alam ini di tingkat dunia. Termasuk juga, bukan masalah sulit atau tidaknya untuk mendapatkannya. Akan tetapi, semuanya hanya bermuara kepada keputusan politik ekonomi dari pengelolaan sumber daya itu sendiri.




5 komentar:

  1. pengelolaan SDA seyogyanya harus di dasari oleh SDM yang inovatif dan bertanggung jawab, dan peran serta pemerintah harus tetap menjadi pengayom yang bijaksana. Mereka yang tidak bertanggung jawab berarti mereka lupa kalau masih punya anak dan cucu yang juga ingin menikmati dan menjaganya.

    BalasHapus
  2. SDA merupakan aset kita mahkluk hidup yang ada di bumi, oleh karena itu kita harus lestarikan dan jaga sebaik mungkin.....

    BalasHapus
  3. kita harus menjaga SDA kita karena itu semua adalah titipan

    BalasHapus